Pengembangan Jaringan Perpipaan di Desa Kinalawiran Terkesan Asal Jadi, Sinyalir Rugikan Uang Negara

Pengembangan Jaringan Perpipaan di Desa Kinalawiran Terkesan Asal Jadi, Sinyalir Rugikan Uang Negara - Hallo sahabat INI POST, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Pengembangan Jaringan Perpipaan di Desa Kinalawiran Terkesan Asal Jadi, Sinyalir Rugikan Uang Negara, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita Berita, Artikel Berita dini hari, Artikel Berita hangat, Artikel Berita harga, Artikel Berita hari ini, Artikel Berita islam, Artikel Berita jalanan, Artikel Berita kemarin, Artikel Berita malam ini, Artikel Berita politik, Artikel Berita terbaru, Artikel Berita war, Artikel ini Berita, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Pengembangan Jaringan Perpipaan di Desa Kinalawiran Terkesan Asal Jadi, Sinyalir Rugikan Uang Negara
link : Pengembangan Jaringan Perpipaan di Desa Kinalawiran Terkesan Asal Jadi, Sinyalir Rugikan Uang Negara

Baca juga


Pengembangan Jaringan Perpipaan di Desa Kinalawiran Terkesan Asal Jadi, Sinyalir Rugikan Uang Negara

MINSEL, Elnusanews- Pengembangan Jaringan Perpipaan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Minahasa Selatan, diduga asal-asalan dengan indikasi merugikan uang negara.

Pasalnya pekerjaan yang di lakukan pihak ketiga yakni CV. Narwastu, di sinyalir tanpa adanya perencanaan yang matang. Sebab, di temukan di lokasi pekerjaan di desa Kinalawiran, Kecamatan Tompaso Baru pada Senin, 18 Januari 2020, jaringan perpipaan yang sudah terpasang berada satu lokasi/ samping jaringan lama dan bukan jaringan baru. 

Begitu pula sambungan ke pipa besar/induk, lajur debet airnya tidak keluar di karenakan berada pada satu sumber yang sama (jaringan lama).

Angky Mamengko, warga setempat menyampaikan bahwa pekerjaan yang di lakukan CV. Narwastu di sinyalir tidak dalam kajian yang matang. Dimana seharusnya pengembangan jaringan perpipaan yang baru, lokasinya tidak bersamaan dengan jaringan pipa yang sudah ada. 

"Kan dalam papan proyek tercantum pengembangan jaringan perpipaan atau kata lain perluasan sistem jaringan", sindir Mamengko.

Lebih parahnya lagi kata dia, sambungan langsung ke rumah warga (SR), tidak ada setetes pun air yang keluar dari pipa yang di pasang. yang terlihat hanya adanya meter/stop kran yang terpasang, 'memang aneh'.

"Bagimana kwa ini aer mo kaluar, sedangkan jaringan air yang lama nda lancar kaluar kong malahan dorang basambung le di situ", ujarnya.  

Sebagai warga kampung, 'saya minta kadis PUPR bersama bidang Cipta Karya' selaku teknis turun melihat kondisi yang ada di desa Kinalawiran dan jangan hanya diam saja, pinta Mamengko.

Selain Mamengko, salah satu warga setempat membeber, kurang lebih 500 meter lintasan perpipaan yang di kerjakan CV. Narwastu, dialihkan menuju ke perkebunan dan bukan melalui SR warga, ucap warga yang namanya enggan di publish.

Sembari meminta dinas terkait untuk segera turun tangan melihat kondisi pekerjaan yang ada sebelum serah terima pertama pekerjaan (PHO) dan  meminta pertanggung jawaban CV. Narwastu selaku pihak ketiga, pungkasnya.

Adapun anggaran pekerjaan sendiri sebesar Rp. 491.038.485 dengan SPK tanggal 14 Agustus 2020.

Dari salah satu contoh pekerjaan yang terlihat saat ini, di sinyalir semua pekerjaan jaringan perpipaan/air bersih dan sebagainya di tahun 2020, tidak beres. 


(Rela)



Demikianlah Artikel Pengembangan Jaringan Perpipaan di Desa Kinalawiran Terkesan Asal Jadi, Sinyalir Rugikan Uang Negara

Sekianlah artikel Pengembangan Jaringan Perpipaan di Desa Kinalawiran Terkesan Asal Jadi, Sinyalir Rugikan Uang Negara kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Pengembangan Jaringan Perpipaan di Desa Kinalawiran Terkesan Asal Jadi, Sinyalir Rugikan Uang Negara dengan alamat link https://iniipost.blogspot.com/2021/01/pengembangan-jaringan-perpipaan-di-desa.html