Blasting Dekat Pemukiman, Warga Pinasungkulan Protes PT.MSM

Blasting Dekat Pemukiman, Warga Pinasungkulan Protes PT.MSM - Hallo sahabat INI POST, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Blasting Dekat Pemukiman, Warga Pinasungkulan Protes PT.MSM, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita Berita, Artikel Berita dini hari, Artikel Berita hangat, Artikel Berita harga, Artikel Berita islam, Artikel Berita jalanan, Artikel Berita kemarin, Artikel Berita malam ini, Artikel Berita politik, Artikel Berita terbaru, Artikel Berita war, Artikel ini Berita, Artikel Berita hari ini, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Blasting Dekat Pemukiman, Warga Pinasungkulan Protes PT.MSM
link : Blasting Dekat Pemukiman, Warga Pinasungkulan Protes PT.MSM

Baca juga


Blasting Dekat Pemukiman, Warga Pinasungkulan Protes PT.MSM


BITUNG, Elnusanews - Aktivitas blasting yang diduga dilakukan PT MSM/TTN kembali memicu kemarahan warga Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, Sulut.

Warga menilai perusahaan abai terhadap keselamatan masyarakat, meski dampak peledakan telah berlangsung bertahun-tahun dan menimbulkan kerusakan fisik serta ketakutan berkepanjangan.

Aksi protes warga memuncak ketika mereka nekat menerobos barikade aparat kepolisian dan petugas keamanan perusahaan.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk keputusasaan masyarakat yang merasa keluhan mereka selama ini tidak pernah ditindaklanjuti secara serius.

Esty Sumilat, warga Pinasungkulan, mengungkapkan bahwa blasting bukan kejadian baru. 

Menurut warga Lingkungan 1 ini bilang bahwa aktivitas tersebut sudah berlangsung sejak 2021 hingga 2023 dan kembali dilakukan saat ini dengan jarak lokasi peledakan hanya sekitar 400 meter dari permukiman.

“Setiap kali blasting, getarannya sangat kuat. Rumah bergetar, WC rusak, jendela pecah, tembok rumah retak. Kami tinggal di sini dalam rasa takut,” keluh Esty sambil menunjukan sejumlah kerusakan rumahnya, kepada sejumlah wartawan, Kamis (5/2/2026).

Ironisnya, kata Esty meski sebelumnya perusahaan menyampaikan informasi blasting melalui grup WhatsApp dan papan pengumuman, saat ini pemberitahuan tersebut tidak lagi dilakukan, sehingga warga merasa semakin diabaikan.

“Kami sudah melapor, bukan hanya rumah kami yang rusak tapi ada 21 rumah, tapi blasting tetap jalan kami dirugikan, tapi tidak ada tanggung jawab nyata dari perusahaan,” keluhnya lagi.

Sementara, Kecaman juga disampaikan Ketua Umum Persatuan Organisasi Lintas Agama dan Adat (POLA), kota Bitung Puboksa Hutahaean.

Ia menilai aktivitas blasting telah melampaui batas kewajaran dan menunjukkan minimnya kepedulian perusahaan terhadap keselamatan warga yang tinggal di sekitar area tambang.

“Kami melihat langsung dan merasakan sendiri dampaknya. Dari jarak jauh saja getarannya sangat terasa, apalagi rumah-rumah yang dekat. Ini bukan sekadar gangguan, tapi ancaman serius,” katanya.

Ia juga menyoroti dugaan kerusakan lingkungan akibat aktivitas pertambangan, termasuk perubahan alur sungai dan kawasan lainya.

Menurutnya, kondisi ini berpotensi menimbulkan bencana lingkungan jika tdak segera ditangani.

“Perusahaan mengambil emas dari perut bumi, tetapi mengabaikan keselamatan masyarakat. Negara tidak boleh diam. Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian ESDM, dan Kementerian HAM harus turun langsung,” tegasnya.

Puboksa mendesak agar pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas blasting, termasuk mempertimbangkan relokasi sementara warga demi mencegah jatuhnya korban. 

"Jika tidak ada tindakan tegas, gelombang aksi masyarakat yang lebih besar akan turun ke perusahaan. Jangan tunggu bencana baru bertindak,” pungkasnya.

Sementara itu, terpisah juru bicara PT MSM/TTD, Sinyo Rumondor, saat dimintai tanggapan menyampaikan bahwa pihak perusahaan masih dalam tahap penyelesaian dan komunikasi dengan warga.

“Masih dalam tahap penyelesaian. Tim Community Relation sementara berkomunikasi dengan warga. Nanti kalau ada perkembangan, akan kami informasikan,” singkatnya. (*)



Demikianlah Artikel Blasting Dekat Pemukiman, Warga Pinasungkulan Protes PT.MSM

Sekianlah artikel Blasting Dekat Pemukiman, Warga Pinasungkulan Protes PT.MSM kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Blasting Dekat Pemukiman, Warga Pinasungkulan Protes PT.MSM dengan alamat link https://iniipost.blogspot.com/2026/02/blasting-dekat-pemukiman-warga.html