Warga Pinasungkulan Merasa Dibohongi, PT MSM/TTN Tetap Beroperasi di Luar Kesepakatan

Warga Pinasungkulan Merasa Dibohongi, PT MSM/TTN Tetap Beroperasi di Luar Kesepakatan - Hallo sahabat INI POST, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Warga Pinasungkulan Merasa Dibohongi, PT MSM/TTN Tetap Beroperasi di Luar Kesepakatan, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita Berita, Artikel Berita dini hari, Artikel Berita hangat, Artikel Berita harga, Artikel Berita islam, Artikel Berita jalanan, Artikel Berita kemarin, Artikel Berita malam ini, Artikel Berita politik, Artikel Berita terbaru, Artikel Berita war, Artikel ini Berita, Artikel Berita hari ini, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Warga Pinasungkulan Merasa Dibohongi, PT MSM/TTN Tetap Beroperasi di Luar Kesepakatan
link : Warga Pinasungkulan Merasa Dibohongi, PT MSM/TTN Tetap Beroperasi di Luar Kesepakatan

Baca juga


Warga Pinasungkulan Merasa Dibohongi, PT MSM/TTN Tetap Beroperasi di Luar Kesepakatan


BITUNG, Elnusanews - Warga Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, Kota Bitung, mengaku kecewa terhadap PT MSM/TTN menyusul pertemuan yang digelar di Kantor Community perusahaan, Senin, (9/2/2026) belum lama ini. 

Pertemuan tersebut dinilai tidak sesuai dengan harapan dan kesepakatan awal yang telah dibangun bersama warga.

Perwakilan warga, Riny Kiroyan, mengatakan kekecewaan muncul setelah pihak perusahaan tetap menjalankan aktivitas kerja di luar kesepakatan yang telah disetujui sebelumnya.

Menurutnya, warga pada awalnya telah memberikan izin terbatas hanya untuk kegiatan blasting, bukan aktivitas pekerjaan lainnya.

"Kesepakatan kami jelas, hanya blasting. Tapi faktanya perusahaan terus melakukan aktivitas kerja setiap hari bahkan sampai malam. Ini yang membuat warga marah dan merasa dibohongi,” bebernya kepada sejumlah wartawan, Rabu kemarin.

"Kami beberapa kali memergoki aktivitas perusahaan pada malam hari, sehingga memicu aksi pengejaran oleh warga karena merasa kesepakatan dilanggar secara sepihak," sambungnya.

Dalam pertemuan tersebut, lanjut ibu rumah tangga ini mengungkapkan, pihak perusahaan meminta warga bersabar dan menunggu keputusan pimpinan pusat. Perusahaan meminta waktu sekitar satu bulan untuk menyampaikan aspirasi warga ke manajemen, namun dengan syarat aktivitas kerja tetap berjalan.

“Bagi kami ini hanya janji lagi. Perusahaan minta waktu tapi kerja tetap jalan. Ini sama saja mengulur-ulur dan mengabaikan keresahan warga Pinasungkulan,” tegasnya.

Lebih jauh ia mengatakan, kekecewaan warga semakin bertambah setelah pernyataan petinggi PT MSM/TTN, Yusak, yang menyebut bahwa warga tidak memiliki kewenangan menghentikan aktivitas perusahaan dan hanya pemerintah yang bisa melakukan hal tersebut.

“Pernyataan itu sangat melukai warga Pinasungkulan. Seolah-olah suara warga tidak berarti apa-apa bagi perusahaan,” keluhnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Esty Sumilat. Ia menyebutkan bahwa pihak perusahaan kembali meminta waktu satu bulan dan berencana mendata ulang rumah-rumah warga di wilayah Lorong Dodol.

“Perusahaan minta masyarakat bersabar satu bulan lagi sambil menunggu arahan selanjutnya,” ungkap Esty.

Sementara itu, Ketua Persatuan Organisasi Lintas Agama dan Adat (POLA) Kota Bitung Puboksa Hutahaen, menilai PT MSM/TTD tidak menunjukkan sikap kooperatif serta tidak memiliki komitmen terhadap kesepakatan bersama.

“PT MSM/TTD hanya bermodalkan bujuk rayu dan janji manis. Masyarakat Pinasungkulan justru dihadapkan pada ancaman keselamatan jiwa mereka sendiri. Kasihan rakyat, hanya ditipu dengan janji-janji,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dampak lingkungan akibat aktivitas pertambangan yang dinilai semakin nyata dan membahayakan. 

Jadi menurutnya, kegiatan tambang berpotensi menggusur kampung-kampung warga demi kepentingan emas.

“Nah kerusakan alam sudah jelas di depan mata. Potensi bencana alam juga semakin besar akibat kegiatan tambang. Kalau kondisi seperti ini terus dibiarkan kita semua harus bersatu untuk menghentikan aktivitas PT MSM sebelum terjadi tragedi seperti yang dialami saudara-saudara kita di daerah lain,” tegasnya, turut diamini Ketua Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia Kota Bitung, Danny Kaloh.

Terpisah, juru bicara PT MSM/TTN, Sinyo Rumondor, saat dikonfirmasi sejumlah wartawan mengatakan akan mengecek hasil pertemuan tersebut.

“Saya kebetulan tidak ikut dalam pertemuan, jadi belum mengetahui hasilnya,” singkatnya, Kamis, (12/2/2026).

Perlu diketahui bersama, sebelum pertemuan dengan pihak perusahaan, sejumlah warga Kelurahan Pinasungkulan telah menggelar aksi protes terhadap aktivitas blasting yang diduga dilakukan oleh PT MSM/TTD, Kamis, (5/2/2026). 

Dalam aksi tersebut, warga sempat menerobos blokade aparat kepolisian dan petugas keamanan perusahaan.

Warga menilai aktivitas peledakan telah menimbulkan dampak serius bagi permukiman yang berjarak sekitar 400 meter dari lokasi tambang. 

Penolakan terhadap aktivitas blasting kembali terjadi pada Jumat, (6/2/2026), ketika sejumlah warga turun langsung ke lokasi pertambangan untuk menghentikan kegiatan peledakan yang dinilai mengancam keselamatan masyarakat Pinasungkulan. (*)



Demikianlah Artikel Warga Pinasungkulan Merasa Dibohongi, PT MSM/TTN Tetap Beroperasi di Luar Kesepakatan

Sekianlah artikel Warga Pinasungkulan Merasa Dibohongi, PT MSM/TTN Tetap Beroperasi di Luar Kesepakatan kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Warga Pinasungkulan Merasa Dibohongi, PT MSM/TTN Tetap Beroperasi di Luar Kesepakatan dengan alamat link https://iniipost.blogspot.com/2026/02/warga-pinasungkulan-merasa-dibohongi-pt.html