Judul : Bawa Pesan Persatuan di Tidore, Bupati Sangihe: Tidak Ada Istilah Anak Tiri Dalam Pembangunan
link : Bawa Pesan Persatuan di Tidore, Bupati Sangihe: Tidak Ada Istilah Anak Tiri Dalam Pembangunan
Bawa Pesan Persatuan di Tidore, Bupati Sangihe: Tidak Ada Istilah Anak Tiri Dalam Pembangunan
SANGIHE, Elnusanews - Momentum perayaan Hari Raya Ketupat dan Halalbihalal di Kelurahan Tidore, menjadi panggung pesan persatuan bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Dalam suasana penuh keakraban, Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari, SE., MM., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memeratakan pembangunan tanpa membeda-bedakan wilayah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri perayaan Hari Raya Ketupat dan Halalbihalal di Papanuhung, Kelurahan Tidore, Sabtu (28/3/2026).
Dalam suasana penuh kekeluargaan, Bupati hadir didampingi Ketua TP PKK Ny. Cherry Thungari-Soeyoenus, Wakil Bupati Tendris Bulahari bersama Wakil Ketua TP PKK Ny. Agnes Bulahari-Walukouw, serta jajaran Forkopimda Kepulauan Sangihe.
Bupati mengaku terkesan dengan semarak perayaan tahun ini, khususnya lomba lampu hias yang membuat atmosfer Kelurahan Tidore tampak seperti kota besar.
"Tidore tahun ini sungguh indah dan mempesona. Saat malam takbiran lalu, saya bersama Pak Kapolres lewat di sini menggunakan motor, beliau bahkan berujar suasananya tidak terasa seperti di Sangihe, tapi seperti di kota-kota besar," ungkap Bupati mengapresiasi inisiatif Lurah dan masyarakat setempat.
Sebagai bentuk apresiasi nyata, Bupati secara pribadi menyumbangkan tambahan hadiah sebesar Rp10 juta untuk lomba tersebut, yang akan rutin diberikan di tahun-tahun mendatang selama masa kepemimpinannya.
Hadiah tersebut langsung diserahkan oleh Ketua TP PKK Ny. Cherry Thungari-Soeyoenus kepada panitia dengan rincian: Juara 1 (Rp4 juta), Juara 2 (Rp2 juta), Juara 3 (Rp1,5 juta), dan sisanya untuk juara favorit serta operasional panitia agar dapat langsung dibagikan kepada pemenang.
Menanggapi berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat, Bupati Michael Thungari menegaskan bahwa Kelurahan Tidore tetap menjadi prioritas dalam bingkai pembangunan Kabupaten Kepulauan Sangihe.
"Intinya, pemerintah daerah tidak pernah menganaktirikan daerah, kampung, atau kelurahan mana pun. Ibarat di sekolah, guru paling ingat dua jenis murid: yang paling pintar dan yang paling nakal. Tidore ini, meski dinamikanya tinggi, tetap kami sayangi. Kehadiran kami secara lengkap malam ini adalah bukti bahwa kita semua berada dalam satu bingkai NKRI," tegasnya disambut tepuk tangan warga.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan ekonomi dan kemandirian masyarakat Tidore, termasuk melalui kreativitas lampu hias, memberikan kontribusi besar bagi kemajuan daerah secara umum.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum Halalbihalal untuk mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan.
"Bukan untung rugi yang kita cari, melainkan hikmah dan kebersamaan dalam memeriahkan Idul Fitri 1447 Hijriah. Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Daerah, kami memohon maaf lahir dan batin jika ada kata atau perilaku yang kurang berkenan," pungkasnya.
Usai acara formal, suasana semakin akrab saat Bupati dan Wakil Bupati berbagi tugas mengunjungi rumah-rumah warga. Bupati mengunjungi warga di wilayah Tidore Bawah bersama unsur Forkompinda, sementara Wakil Bupati bergerak ke wilayah Tidore Atas bersama jajaran OPD untuk mencicipi menu khas Lebaran Ketupat bersama masyarakat.
(OpMud)
Demikianlah Artikel Bawa Pesan Persatuan di Tidore, Bupati Sangihe: Tidak Ada Istilah Anak Tiri Dalam Pembangunan
Anda sekarang membaca artikel Bawa Pesan Persatuan di Tidore, Bupati Sangihe: Tidak Ada Istilah Anak Tiri Dalam Pembangunan dengan alamat link https://iniipost.blogspot.com/2026/03/bawa-pesan-persatuan-di-tidore-bupati.html
