Keterlambatan Distribusi MBG di Manganitu Dikeluhkan, Mitra Sebut Kendala Personel dan Armada

Keterlambatan Distribusi MBG di Manganitu Dikeluhkan, Mitra Sebut Kendala Personel dan Armada - Hallo sahabat INI POST, Pada Artikel yang anda baca kali ini dengan judul Keterlambatan Distribusi MBG di Manganitu Dikeluhkan, Mitra Sebut Kendala Personel dan Armada, kami telah mempersiapkan artikel ini dengan baik untuk anda baca dan ambil informasi didalamnya. mudah-mudahan isi postingan Artikel Berita Berita, Artikel Berita dini hari, Artikel Berita hangat, Artikel Berita harga, Artikel Berita islam, Artikel Berita jalanan, Artikel Berita kemarin, Artikel Berita malam ini, Artikel Berita politik, Artikel Berita terbaru, Artikel Berita war, Artikel ini Berita, Artikel Berita hari ini, yang kami tulis ini dapat anda pahami. baiklah, selamat membaca.

Judul : Keterlambatan Distribusi MBG di Manganitu Dikeluhkan, Mitra Sebut Kendala Personel dan Armada
link : Keterlambatan Distribusi MBG di Manganitu Dikeluhkan, Mitra Sebut Kendala Personel dan Armada

Baca juga


Keterlambatan Distribusi MBG di Manganitu Dikeluhkan, Mitra Sebut Kendala Personel dan Armada


Sangihe, Elnusanews – Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa sekolah di Kecamatan Manganitu mengalami keterlambatan pada Jumat (6/3/2026). Hal ini memicu keluhan dari para penerima manfaat yang menantikan kedatangan paket makanan tersebut hingga sore hari.

Menanggapi kondisi tersebut, Mitra MBG Yayasan Duta Cahaya Indonesia Kecamatan Manganitu, Yul Sirape, memberikan klarifikasi terkait kendala operasional yang dihadapi di lapangan. Menurutnya, penyebab utama keterlambatan hari ini adalah berkurangnya jumlah personel akibat adanya relawan yang tidak hadir.

"Kendala utamanya hari ini adalah relawan. Ada beberapa orang yang tidak masuk, baik di bagian persiapan, pemorsian, hingga distribusi. Ada yang sakit dan ada yang izin tanpa pemberitahuan sebelumnya," ujar Yul saat dikonfirmasi via telepon seluler, Jumat (6/3).

Selain masalah kehadiran, Yul menjelaskan bahwa adanya penambahan jumlah penerima manfaat membuat rasio relawan yang diatur dalam Petunjuk Teknis (Juknis) Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi tidak proporsional lagi.

Untuk mengatasi hal tersebut, pihak mitra berinisiatif menambah tenaga kerja secara mandiri.

 "Kami terpaksa menambah relawan yang biayanya ditanggung langsung oleh mitra. Ini demi mengejar ketertinggalan distribusi," tambahnya.

Terkait distribusi ke kampung-kampung, Yul membeberkan bahwa wilayah Manganitu memiliki tantangan berbeda dibanding wilayah Tahuna. Meski dalam Juknis hanya dialokasikan dua armada mobil, pihaknya mengambil kebijakan untuk menambah unit transportasi guna mempercepat jangkauan.

"Kami akan menyiapkan empat mobil untuk pengantaran dari Kampung Bengka hingga Kampung Barangkalang. Masalah utama memang ada pada distribusi dan transportasi, tapi kami berupaya melampaui standar Juknis agar makanan sampai ke tangan penerima manfaat," tegas Yul.

Menyadari dampak dari keterlambatan ini, pihak Yayasan Duta Cahaya Indonesia Kecamatan Manganitu berkomitmen melakukan evaluasi besar-besaran. Yul berjanji akan menambah 10 orang relawan tambahan mulai Senin mendatang untuk memperkuat tim operasional.

"Hari ini memang ada keterlambatan yang tidak biasa. Mulai Senin, saya akan tambah 10 relawan lagi atas tanggungan mitra. Kami ingin memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkasnya.


(OpMud)



Demikianlah Artikel Keterlambatan Distribusi MBG di Manganitu Dikeluhkan, Mitra Sebut Kendala Personel dan Armada

Sekianlah artikel Keterlambatan Distribusi MBG di Manganitu Dikeluhkan, Mitra Sebut Kendala Personel dan Armada kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.

Anda sekarang membaca artikel Keterlambatan Distribusi MBG di Manganitu Dikeluhkan, Mitra Sebut Kendala Personel dan Armada dengan alamat link https://iniipost.blogspot.com/2026/03/keterlambatan-distribusi-mbg-di.html